PEMBANTU REKTOR DI LAPORKA HAMILI MAHASISIWI

Go down

PEMBANTU REKTOR DI LAPORKA HAMILI MAHASISIWI

Post  Admin on Sun Jan 30, 2011 10:07 pm

Pembantu Rektor I yang juga dosen Fakultas Hukum Universitas Tujuhbelas Agustus (Untag) Samarinda, Alifudin Saragih dilaporkan ke Polresta Samarinda, Minggu (30/1/2011) atas dugaan kasus pencabulan.

Dosen mata kuliah Hukum Pidana, ini dilaporkan mencabuli seorang mahasiswi bernisial M. Dalam laporannya di kepolisian, korban mengaku dicabuli sejak 8 bulan lalu atau pada Juni 2010 di rumah kediaman dosen tersebut, yakni di kawasan Jalan Juanda 4, Samarinda.

Atas perbuatan itu, korban kini hamil 8 bulan sesuai hasil pemeriksaan petugas kesehatan dan sebentar lagi bakal melahirkan seorang anak.

Kejadian ini bermula ketika korban tengah melakukan konsultasi skripsi di rumah dosennya pada Juni 2010 lalu. Dosen tersebut kebetulan ditunjuk pihak fakultas sebagai dosen pembimbing I yang memeriksa skripsinya. Alhasil di tengah konsultasi skripsi itulah menurut korban, kejadian bejat ini dilakukan.

Korban enggan mengungkapkan lebih detil mengenai motif dan seperti apa awal dari kejadian yang menimpanya. Ia hanya mengatakan bahwa dirinya saat itu mau saja dicabuli dosen itu hanya karena diimingi-imingi untuk menyelesaikan skripsi.

Ketika ditanya, berapa kali melakukan hubungan badan dengan dosen itu? korban pun diam dan tertunduk malu. Tribun kembali bertanya, berapa kali melakukan perbuatan itu dengan dosen? ia pun dengan perlahan menjawab "Satu kali saja,"jawabnya singkat.

Informasi yang dihimpun Tribun dari keluarga korban, kejadian ini oleh pihak keluarga sudah berusaha diselesaikan secara kekeluargaan, dan usaha itu sudah berkali-kali diupayakan, namun dosen itu malah berkilah dan tidak mengakui perbuatannya. Pihak keluarga juga sudah meminta bantuan dan mengadu ke pihak pimpinan PTS itu untuk menyelesaikan masalah ini, namun hingga kini belum juga ditindaklanjuti.

Bantah

Purek I Untag Samarinda Alifudin Saragih membantah keras tuduhan mantan mahasiswi berinisial M yang mengaku dihamili dengan modus bantuan penyelesaian skripsi.

"Mahasiswi bimbingan saya itu gila, dan dia adalah pasien tetap Rumah Sakit Jiwa Samarinda. Dia juga statusnya janda beranak satu. Jadi saya sebenarnya yang ingin melaporkan keluarga dia atas pencemaran nama baik, tapi karena pertimbangan saya ini orang gila jadi belum saya lapor,"kata Alifudin Saragih ketika dikonfirmasi Tribun, Minggu (30/1) terkait tuduhan korban yang mengaku dicabuli hingga hamil.

Memang, aku Alifudin, pada November 2010 lalu, mahasiswi itu pernah mendatangi rumahnya pada waktu magrib. Saat itu dia minta tolong, ia mengaku diusir orangtua dan keluarganya dari rumah karena sudah hamil empat bulan.

"Nah karena dia minta tolong, apalagi waktu itu magrib- magrib, saya lalu menolong dia dan saat itu juga saya meminta dia membuat surat pernyataan agar dia memanggil pacar yang menghamilinya itu untuk dimintai pertanggungjawaban. Surat pernyataan itupun dia tandatangani,"ungkapnya.

Dijelaskan, "Selama kurang lebih seminggu tinggal di rumah saya bersama istri dan anak saya, janda beranak satu ini sudah saya anggap sebagai anak angkat. Pengakuannya kepada saya, dia adalah wanita panggilan dan dibayar, ia sering dibayar laki-laki. Buktinya di rumah saya tiap malam, pacarnya yang datang selalu berubah-rubah orangnya," jelas Alifudin.

Jadi kalau dituduh berhubungan badan bersama mahasiswi itu, sangat tidak masuk akal. "Bagaimana kita mau nafsu sama orang gila, dia kan pasien tetap rumah sakit jiwa. Dan baru - baru ini saja dia keluar dari RS jiwa itu,"bantah Alifudin.


SUMBER : TRIBUN KALTIM

Admin
Admin

Jumlah posting : 293
Registration date : 21.10.07

Lihat profil user http://brtv.indonesianforum.net

Kembali Ke Atas Go down

Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik