Terapkan Budaya "Malu Terlambat"

Go down

Terapkan Budaya "Malu Terlambat"

Post  Admin on Sat Feb 05, 2011 5:20 am

Berdiri sejak Juli 2004 SMAN 5 Penajam, Penajam Paser Utara (PPU) terus melakukan pembenahan. Dengan jumlah murid yang mencapai 316 orang serta guru 27 tenaga pengajar, SMAN 5 Penajam diharapkan nantinya bisa menjadi salah satu sekolah unggulan di daerah ini.

Meski sekolah ini baru sekali meluluskan 100 persen muridnya dalam Ujian Nasional (UN), namun hal tersebut menjadi motivasi agar dalam UN tahun ini bisa mengalami peningkatan dengan tingkat kelulusan mencapai 100 persen.

Hal ini juga diakui Kepala SMAN 5 Penajam Siti Maryam. Bagi Maryam, tahun 2011 ini adalah tahun awal untuk menyejajarkan sekolah ini dengan sekolah unggulan di daerah ini. Salah satu yang mulai dilakukan adalah program pembentukan karakter dengan peningkatan akhlak. Karena dengan peningkatan akhlak akan berdampak, bukan hanya motivasi murid untuk menunjukkan prestasi namun juga akhlak untuk tetap menjaga lingkungan sekolah.

"Sejak saya menjabat kepala sekolah sebulan lalu, saya mulai membentuk karakter seluruh murid terutama dalam hal kedisiplinan," jelas Maryam. Kedisiplinan yang diterapkan Maryam di sekolah itu adalah, menerapkan budaya malu kepada guru dan murid untuk terlambat datang ke sekolah.

Pada awalnya kata Maryam, jam pelajaran sudah dimulai namun guru belum datang sehingga murid juga masih berada di luar ruangan. Namun pada saat ini, seluruh guru dan murid sudah harus tiba di sekolah pukul 7.15. Apalagi sudah diterapkan apel pagi dan wajib diikuti seluruh guru. "Jadi pukul 7.30 pelajaran sudah harus dimulai. Apalagi sudah didukung Perbup tentang apel pagi dan sore," tegasnya.

Bagi murid yang terlambat datang katanya, diberikan sanksi ringan. Bila murid terlambat kurang dari 30 menit maka akan diberikan sanksi dengan membersihkan taman sekolah. Namun bila terlambat lebih dari pada itu, maka sanksinya adalah harus membersihkan WC.

Ia mengaku sanksi ini bukan untuk menghukum namun bagaimana mendidik murid agar bisa disiplin. Karena dengan disiplin, akan berpengaruh dalam mengikuti pelajaran sampai pada akhirnya akan diterapkan dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Selain masalah kedisplinan, juga menerapkan doa sebelum dan sesudah belajar. "Dulu tidak ada doa sebelum dan sesudah belajar. Doanya pun serentak di lakukan pada saat pelajaran akan dimulai. Budaya-budaya seperti ini saya terapkan sekolah," katanya.

Sementara untuk menghadapi UN, Maryam mengatakan saat ini guru sudah mulai melakukan bimbingan belajar (bimbel) setiap hari. Bila sebelumnya bimbel guru mendapatkan honor namun saat ini tidak ada lagi. Namun demikian, Maryam mengaku sangat berterima kasih kepada guru karena mereka tetap antusias untuk memberikan bimbel khususnya kepada murid kelas tiga.

"Saya hanya tekankan bahwa ini adalah tanggung jawab kita semua agar UN tahun ini tingkat kelulusan bisa mencapai 100 persen. Karena ini merupakan beban moral dan harus dijadikan motivasi agar nantinya SMAN 5 Penajam ini bisa meluluskan 100 persen tidak seperti tahun-tahun sebelumnya," harapnya. (samir)



SUMBER : Tribun Kaltim

Admin
Admin

Jumlah posting : 293
Registration date : 21.10.07

Lihat profil user http://brtv.indonesianforum.net

Kembali Ke Atas Go down

Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik